Informasi terbaru yang dirilis Webometrics Ranking, seakan memberi angin segar bagi perayaan Lustrum XI Universitas Airlangga tahun ini. Seperti kita tahu, Webometrics secara reguler akan mengumumkan peringkat ICT 6000 Perguruan Tinggi terbaik dunia dalam dua interval pengumuman. Pemeringkatan tersebut diambil dari data 17.000 Perguruan Tinggi dunia yang berhasil dihimpun oleh Cybermetrics Lab, sebuah grup penelitian yang bernaung di bawah Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC) Spanyol.
Setelah pada periode Januari kemarin Unair berhasil menyodok hingga duduk di peringkat ke-65 se Asia Tenggara. Bulan Juli ini, Universitas Airlangga kembali membuat lompatan prestasi. Unair berhasil duduk di posisi 5 besar PTN nasional, dan berada pada ranking ke-40 Perguruan Tinggi se Asia Tenggara. Langkah ini sekaligus berhasil mendongkrak peringkat dunia Unair, hingga nangkring di posisi ke-1643 dunia. Pada edisi sebelumnya, Unair masih duduk pada peringkat ke- 2672 dunia.
Satu hal yang menggembirakan, kali ini Universitas Airlangga berhasil menggeser posisi beberapa Perguruan Tinggi terkemuka yang memiliki basic ICT lebih mapan ketimbang Unair. Seperti kita tahu, Unair tidak memiliki Fakultas Teknik Informatika maupun ilmu komputer. Prodi Sistem Informasi yang ada pun, baru dibuka tahun lalu oleh Unair. Sementara UGM, ITB, UI dan UNS yang peringkatnya berada di atas Unair, dikenal cukup memiliki kemapanan di bidang ICT . Terlebih ITB yang terkenal begitu mewarnai perkembangan ICT di Indonesia.
Seperti dikutip dari harian Surabaya Post, Rektor Unair, Prof Fasich mengatakan, “Unair hanya memiliki Fakultas Sains dan Teknologi. Itu pun lebih condong pada sains.” Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unair menegaskan bahwa demi mengangkat peringkat Webometrics ke posisi yang lebih tinggi, Unair tidak berniat membuka Fakultas Teknik. Pasalnya, dulu ada perjanjian antara Unair dan ITS untuk tidak bersaing dalam ilmu yang sama. Artinya, Unair tidak akan membuka Fakultas Teknik. Sementara ITS juga tidak akan mengembangkan fakultas non teknik. “Biar ITS yang berkompeten dalam masalah teknik, sementara kompetensi Unair lebih pada ilmu sosial atau ilmu eksakta lainnya, seperti kedokteran dan farmasi,” tutur Rektor Unair.
Beberapa Perguruan Tinggi yang berhasil dilalui Unair kali ini, antara lain seperti Bangkok University, Hanoi University of Technology, Singapore Polytechnic, Ho Chi Minh City University of Technology, University of the Philippines, Institut Teknologi 10 Nopember (ITS), Universitas Brawijaya (UB), Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Telkom, hingga IPB. Sebelumnya, peringkat mereka berada di atas Unair. Khusus untuk IPB, meski sama-sama tidak berada pada domain pengembangan ICT, pada edisi Januari sempat berada 12 peringkat di atas Unair. Namun sayang, bulan Juli ini IPB harus tertinggal hingga 18 peringkat di bawah Unair.