Kebebasan Berpikir

yuniawan on Feb 4th 2010

Cerita berikut berkisar sekitar salah satu pertanyaan dalam ujian fisika di Universitas Copenhagen: “Jelaskan bagaimana menetapkan tinggi suatu bangunan pencakar langit dengan menggunakan sebuah barometer !?”

Salah seorang mahasiswa menjawab: “Ikatlah suatu  tali panjang pada leher barometer, lalu turunkan barometer dari atap pencakar langit
sampai menyentuh tanah. Panjang tali ditambah panjang barometer akan sama dengan tinggi pencakar langit.”

Jawaban yang luar biasa orisinilnya ini membuat pemeriksa ujiannya begitu geram sehingga akibatnya sang mahasiswa langsung tidak
diluluskan. Si mahasiswa naik banding atas dasar bahwa jawabannya tidak bisa disangkal kebenarannya, sehingga universitas menunjuk seorang arbiter yang independen untuk memutuskan kasusnya.
Continue Reading »

Filed in Warna Sains | No responses yet

Produk ICT, Untuk Apa dan Siapa ?

yuniawan on Feb 4th 2010

Organisasi membutuhkan perangkat ICT (information and communication technologies), untuk menciptakan kualitas layanan. Selain itu, diperlukan untuk memenuhi misi efisiensi manajemen dan kebijakan. Secara umum, pemanfaatan ICT merupakan implementasi simultan atas proses dan perubahan organisasi. Produk ICT merupakan effective tools guna mendongkrak efisiensi. Terlebih ICT diyakini mampu untuk meningkatkan kinerja organisasi. Mampu menghubungkan sistem informasi lain untuk sebuah kinerja organisasi yg lebih baik.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of North Carolina, disebutkan bahwa ICT dapat mengimprovisasi kerjasama antara partisipan dalam sebuah proses produktif. Sementara itu, kaca mata antropologi memandang produk ICT sebagai pengejahwantahan tangan manusia. Bentukan manusia. Buah dari ide manusia. Wakil manusia melalui artifact-nya.

Continue Reading »

Filed in Serbuk Opini | No responses yet

Facebook dan YM, Kawan atau Lawan ?

yuniawan on Feb 4th 2010

Facebook dan Yahoo Messenger kembali berhasil menarik perhatian publik. Setelah pemuka agama dan beberapa sektor swasta marak melempar sikap tentang keberadaan “tools” tersebut. Kini arus respon pun datang dari kalangan birokrasi dan lembaga legislatif. Pemkot Surabaya misalnya, terlanjur menuduh Facebook dan Yahoo Messenger sebagai faktor pemicu yang diyakini telah menurunkan kinerja aparatur mereka. Andaikan itu benar, tentunya sebelum mengeluarkan sebuah policy, Pemkot Surabaya terlebih dahulu harus melakukan analisis tertentu.

Ada hipotesis menarik yang disampaikan oleh Franklin J. Carter, dkk (2000) asal St. Joseph’s University, yang menyebut bahwa mayoritas staf tingkat teknis akan lebih mampu beradaptasi terhadap inovasi mesin software, ketimbang middle manager yang ditengarai lebih tertarik berinovasi di bidang administratif. Jika kita cermati, ini nampak seperti halnya kondisi Pemkot Surabaya yang tengah “berinovasi” untuk membuat pelarangan penggunaan facebook dan YM, yang ditengarai telah menurunkan kinerja staf mereka.

Continue Reading »

Filed in Serbuk Opini | No responses yet

Undip Berani Tolak Malaysia

yuniawan on Aug 28th 2009

Salut untuk Undip ;)  Universitas Diponegoro terkesan cukup “inovatif” dalam mengeluarkan kebijakan kampusnya. Melalui ekspresi kampus, Undip terlihat cukup peka dalam menyambut isu aktual yang tengah berkembang dewasa ini. Kasus ambalat, sipadan-ligitan, TKI, hingga aneka klaim Malaysia atas angklung, batik, wayang, reog, hingga tari pendet baru-baru ini, rupanya cukup menggugah opini warga Undip. Bahkan, pelecehan atas teks lagu Indonesia Raya oleh blogger Malaysia baru lalu pun, terasa sudah cukup menguji nafas nasionalisme di negeri ini.

Karenanya, Rektor Undip secara langsung telah menyuarakan kebijakan atas ditolaknya calon mahasiswa baru asal Malaysia. Merujuk situs resmi Depkominfo, Rektor Undip, Prof. Susilo Wibowo menyatakan bahwa pihaknya sudah tak lagi menerima calon mahasiswa baru asal Malaysia yang dulunya biasa kuliah di Fakultas Kedokteran.

Menurut Prof. Susilo, selama ini Malaysia sering tidak menghargai harkat dan martabat bangsa Indonesia melalui berbagai cara, termasuk klaim atas berbagai kebudayaan yang berasal dari Indonesia.  “Kami melakukan itu sebagai wujud nyata dalam mengekspresikan rasa nasionalisme,” demikian tandasnya.

Continue Reading »

Filed in Click and News | No responses yet

Peringkat Dunia Unair Melejit

yuniawan on Aug 20th 2009

Informasi terbaru yang dirilis Webometrics Ranking, seakan memberi angin segar bagi perayaan Lustrum XI Universitas Airlangga tahun ini. Seperti kita tahu, Webometrics secara reguler akan mengumumkan peringkat ICT 6000 Perguruan Tinggi terbaik dunia dalam dua interval pengumuman. Pemeringkatan tersebut diambil dari data 17.000 Perguruan Tinggi dunia yang berhasil dihimpun oleh Cybermetrics Lab, sebuah grup penelitian yang bernaung di bawah Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC) Spanyol.

Setelah pada periode Januari kemarin Unair berhasil menyodok hingga duduk di peringkat ke-65 se Asia Tenggara. Bulan Juli ini, Universitas Airlangga kembali membuat lompatan prestasi. Unair berhasil duduk di posisi 5 besar PTN nasional, dan berada pada ranking ke-40 Perguruan Tinggi se Asia Tenggara. Langkah ini sekaligus berhasil mendongkrak peringkat dunia Unair, hingga nangkring di posisi ke-1643 dunia. Pada edisi sebelumnya, Unair masih duduk pada peringkat ke- 2672 dunia.

Satu hal yang menggembirakan, kali ini Universitas Airlangga berhasil menggeser posisi beberapa Perguruan Tinggi terkemuka yang memiliki basic ICT lebih mapan ketimbang Unair. Seperti kita tahu, Unair tidak memiliki Fakultas Teknik Informatika maupun ilmu komputer. Prodi Sistem Informasi yang ada pun, baru dibuka tahun lalu oleh Unair. Sementara UGM, ITB, UI dan UNS yang peringkatnya berada di atas Unair, dikenal cukup memiliki kemapanan di bidang ICT . Terlebih ITB yang terkenal begitu mewarnai perkembangan ICT di Indonesia.

Seperti dikutip dari harian Surabaya Post, Rektor Unair, Prof Fasich mengatakan, “Unair hanya memiliki Fakultas Sains dan Teknologi. Itu pun lebih condong pada sains.” Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unair menegaskan bahwa demi mengangkat peringkat Webometrics ke posisi yang lebih tinggi, Unair tidak berniat membuka Fakultas Teknik. Pasalnya, dulu ada perjanjian antara Unair dan ITS untuk tidak bersaing dalam ilmu yang sama. Artinya, Unair tidak akan membuka Fakultas Teknik. Sementara ITS juga tidak akan mengembangkan fakultas non teknik. “Biar ITS yang berkompeten dalam masalah teknik, sementara kompetensi Unair lebih pada ilmu sosial atau ilmu eksakta lainnya, seperti kedokteran dan farmasi,” tutur Rektor Unair.

Beberapa Perguruan Tinggi yang berhasil dilalui Unair kali ini, antara lain seperti Bangkok University, Hanoi University of Technology, Singapore Polytechnic, Ho Chi Minh City University of Technology, University of the Philippines, Institut Teknologi 10 Nopember (ITS), Universitas Brawijaya (UB), Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Telkom, hingga IPB. Sebelumnya, peringkat mereka berada di atas Unair. Khusus untuk IPB, meski sama-sama tidak berada pada domain pengembangan ICT, pada edisi Januari sempat berada 12 peringkat di atas Unair. Namun sayang, bulan Juli ini IPB harus tertinggal hingga 18 peringkat di bawah Unair.

Filed in Top Universities ? | No responses yet

Konversi Mata Uang dengan Google

yuniawan on Mar 2nd 2009

Misalnya saja suatu hari Anda melihat sebuah barang seharga 15 USD di Internet, lalu Anda penasaran, berapa rupiahkah 15 USD itu ? Untuk menjawabnya lazimnya Anda mencari tabel mata uang di koran atau Internet, lalu menggunakan kalkulator untuk mengalihkan 15 USD dengan nilai rupiah per USD. Jadi misalnya nilai USD sekarang Rp 9.300 per USD, maka nilai 15 USD adalah 15 x 9.300 = Rp 139.500.

Tapi ada cara yang jauh lebih mudah. Tahukah Anda bahwa Google bisa langsung menjawab pertanyaan semacam itu ? Pada kotak pencarian Google tuliskan saja 15 usd in rupiah dan Anda akan langsung mendapatkan jawabannya ! Tidak perlu lagi susah-susah menghitung atau mencari tabel mata uang.

Continue Reading »

Filed in e-tainment | No responses yet

Next »