yuniawan on Jun 4th 2010
Masih segar di ingatan kita, desingan peluru Densus 88 dengan perkasa menembus “teroris” di seputar Jakarta. Konon, mereka berniat menjadikan RI 1 sebagai target. Masih dekat dari memori kita, sekumpulan “teroris” diburu di Aceh. Katanya, mereka ingin menjadikan Aceh laksana Mindanao.
Saat itu, khususnya saat Bali di-bom-hanguskan oleh “teroris”. Terlebih saat ada kejadian 11 September di USA. Saya, anda, kita, atau mayoritas manusia di muka bumi, pasti meneriakkan hal yang sama “Ganyang Terorisme !!!” Bahkan, terorisme pun “terlanjur” diidentikkan dengan simbol agama tertentu. Sangat disayangkan, jika saat itu, diantara saya, anda, atau kita sempat terjerembab dalam dogma yang sama.
Namun, lambat laun, pemahaman tentang terorisme pun kian menggelembung. Hingga mungkin meletus, seiring dengan relativisme berpikir. Berbagai macam asumsi pun, terus menciptakan logika baru. Hingga bahkan, berbaur sedarah dengan logika kuantum. Terorisme, teridentifikasi persetubuhan dengan politik, ekonomi, psikologi, coercion, dinamika, komunikasi, dan kultur. Terorisme telah dieksploitasi sedemikian rupa, hingga masyarakat pun sulit untuk membedakannya dengan imperialism modern.
Continue Reading »
Filed in Serbuk Opini | No responses yet
yuniawan on Jun 4th 2010
Baru-baru ini, Quacquarelli Symonds (QS) Limited telah merilis daftar Top Asian Universities edisi tahun 2010. Perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan itu meluncurkan daftar urutan 200 Perguruan Tinggi terbaik se-Asia. Berbeda dengan publikasi lain, reputasi QS telah teruji sejak berkolaborasi dengan Times Higher Education (THE) melalui proyek THE - QS World University Rankings.
Sejak tahun 2004, mereka telah mempublikasikan top 500 universities worldwide. Selain itu, mereka juga berhasil membangun top universities guide yang memuat ratusan informasi tentang kampus paling ngetop se-jagad. Kali ini, QS kembali melepas informasi terlengkap bagi bursa kampus di Asia. Tentunya, ini akan dapat dijadikan rujukan bagi calon mahasiswa baru yang kini tengah berburu kampus terbaik.
Continue Reading »
Filed in Top Universities ? | No responses yet
yuniawan on Mar 8th 2010
Penggunaan media satwa sebagai “pelengkap” aksi demonstrasi, tentu bukan hal baru bagi kita. “Selamatkan demokrasi dan budaya kita….!,” demikian lontar Presiden SBY saat menanggapi aksi kerbau di bundaran HI beberapa waktu lalu. Dua hal ini yang kemudian mengusik perhatian saya secara pribadi.
Pertama, ini karena “demokrasi” merupakan salah satu representasi politik yang tak tersentuh pasca perang dingin. Kedua, karena “budaya”, menurut Fabrizio EVA, disebut sebagai suatu pendekatan yang penuh fragmentasi dan ketidakpastian.
Menurut Virilio (2000), media telah menjadi alat penting untuk menyebarkan “informasi,” yang dalam kenyataannya, sarana membangun mitos-mitos dan simbol melalui presentasi narasi yang menjelaskan apa yang terjadi (atau sudah terjadi) kepada orang-orang yang tidak tahu.
Continue Reading »
Filed in Serbuk Opini | 4 responses so far
yuniawan on Feb 4th 2010
Cerita berikut berkisar sekitar salah satu pertanyaan dalam ujian fisika di Universitas Copenhagen: “Jelaskan bagaimana menetapkan tinggi suatu bangunan pencakar langit dengan menggunakan sebuah barometer !?”
Salah seorang mahasiswa menjawab: “Ikatlah suatu tali panjang pada leher barometer, lalu turunkan barometer dari atap pencakar langit
sampai menyentuh tanah. Panjang tali ditambah panjang barometer akan sama dengan tinggi pencakar langit.”
Jawaban yang luar biasa orisinilnya ini membuat pemeriksa ujiannya begitu geram sehingga akibatnya sang mahasiswa langsung tidak
diluluskan. Si mahasiswa naik banding atas dasar bahwa jawabannya tidak bisa disangkal kebenarannya, sehingga universitas menunjuk seorang arbiter yang independen untuk memutuskan kasusnya.
Continue Reading »
Filed in Warna Sains | No responses yet
yuniawan on Feb 4th 2010
Organisasi membutuhkan perangkat ICT (information and communication technologies), untuk menciptakan kualitas layanan. Selain itu, diperlukan untuk memenuhi misi efisiensi manajemen dan kebijakan. Secara umum, pemanfaatan ICT merupakan implementasi simultan atas proses dan perubahan organisasi. Produk ICT merupakan effective tools guna mendongkrak efisiensi. Terlebih ICT diyakini mampu untuk meningkatkan kinerja organisasi. Mampu menghubungkan sistem informasi lain untuk sebuah kinerja organisasi yg lebih baik.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of North Carolina, disebutkan bahwa ICT dapat mengimprovisasi kerjasama antara partisipan dalam sebuah proses produktif. Sementara itu, kaca mata antropologi memandang produk ICT sebagai pengejahwantahan tangan manusia. Bentukan manusia. Buah dari ide manusia. Wakil manusia melalui artifact-nya.
Continue Reading »
Filed in Serbuk Opini | No responses yet
yuniawan on Feb 4th 2010
Facebook dan Yahoo Messenger kembali berhasil menarik perhatian publik. Setelah pemuka agama dan beberapa sektor swasta marak melempar sikap tentang keberadaan “tools” tersebut. Kini arus respon pun datang dari kalangan birokrasi dan lembaga legislatif. Pemkot Surabaya misalnya, terlanjur menuduh Facebook dan Yahoo Messenger sebagai faktor pemicu yang diyakini telah menurunkan kinerja aparatur mereka. Andaikan itu benar, tentunya sebelum mengeluarkan sebuah policy, Pemkot Surabaya terlebih dahulu harus melakukan analisis tertentu.
Ada hipotesis menarik yang disampaikan oleh Franklin J. Carter, dkk (2000) asal St. Joseph’s University, yang menyebut bahwa mayoritas staf tingkat teknis akan lebih mampu beradaptasi terhadap inovasi mesin software, ketimbang middle manager yang ditengarai lebih tertarik berinovasi di bidang administratif. Jika kita cermati, ini nampak seperti halnya kondisi Pemkot Surabaya yang tengah “berinovasi” untuk membuat pelarangan penggunaan facebook dan YM, yang ditengarai telah menurunkan kinerja staf mereka.
Continue Reading »
Filed in Serbuk Opini | No responses yet