Gunung Kelud Menyapa Surabaya dengan Hujan Abu

yuniawan on Feb 14th 2014

Selepas subuh, Jumat (14/2), kami sekeluarga sedikit dikagetkan dengan suguhan alam yang mampir di halaman rumah. Pelataran menjadi pekat, penuh debu. Mobil yang terparkir di jalan, terbungkus pasir berwarna cokelat muda. Jalanan rumah pun, tampak lengang, sambil tertutup lapisan abu yang juga menghiasi beberapa tanaman hias dan mobil warga yang diparkir di jalan perumahan. Si anak yang terbiasa untuk melakoni jalan-jalan sehat, tampak merengek memaksa saya untuk mengajaknya

Tak lama kemudian mulai beranjak dan menyalakan kran air, untuk sedikit membasuh atap mobil yang semalam di parkir di depan rumah. Rencana semula ingin menyeka dengan lap kering, segera dibatalkan, seiring dengan kian terlihatnya butiran lembut debu yang turun perlahan ke bumi. Segera menyambar penutup mobil, dan menyelimutinya meski hamparan debu terus melayang, laksana taburan gula pasir yang ditebar di atas kue sang Koki.

Setengah jam berselang, langsung mengarahkan tunggangan ke pinggiran kota untuk mengantar anak sekolah. Setibanya di gerbang, langsung disambut barisan ustadz/ustadzah yang sudah tak lagi dapat saya kenali, karena sudah tertutup rapat dengan masker. Dengan ramah, mereka menyapa dan mengumumkan, bahwa Sekolah diliburkan. Beberapa saat kemudian, saya mendengar informasi yang memang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Surabaya.

Membelah jalanan kota Surabaya di pagi hari, tampak petugas Dinas Pertamanan sudah bekerja untuk memotong dan merapikan puluhan pohon tumbang, sisa kejadian semalam. Memang, sejak Kamis sore hari, (13/2) kemarin, Surabaya diterjang oleh hujan deras yang disertai dengan hantaman angin kencang. Tak ayal, sesaat setelah itu, tampak puluhan pohon tumbang, dan beberapa jalan ditutup atau mengalami pengalihan arus.

Namun pagi ini , saya masih melihat beberapa ruas jalan, dihiasi dengan ratapan pohon tumbang yang menggelepar. Keadaannya menjadi tampak lusuh, manakala hamparan abu vulkanik, kian menebal di sepanjang lapisan jalan. Tak lama kemudian, beberapa kali terlihat pengendara sepeda motor, tampak kesulitan untuk mengendalikan laju sepedanya. Bahkan di ruas sekitar bunderan Pakuwon-ITS, tampak sebuah sepeda motor tergelincir, akibat jalanan licin.

Sambil mengambil jalur lain, saya mengantar anak untuk kembali pulang. Dari balik suara radio, saya mendengar instruksi Ibu Tri Rismaharini kepada seluruh Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Satpol PP, untuk turun ke jalan dan membantu penanganan masyarakat yang terkena dampak abu vulkanik. LUAR BIASA. Cepat sekali responnya. Hanya dalam hitungan menit, saya sudah melihat beberapa siswa sekolah di sepanjang jalan, sudah mengayuh sepedanya untuk menuju ke rumah masing-masing. Bahkan, sebagian besar mereka, tampak sudah mengenakan masker.

Menyusur perjalanan pulang, di depan Puskesmas Keputih Surabaya, saya juga langsung dapat melihat beberapa petugas sudah mulai membagi-bagikan masker kepada para pengendara motor. Lalu, di sekitar raya Mulyosari, saya juga melihat ada petugas yang turut membagi masker, beberapa depah tak jauh dari mobil Ambulance keliling yang tampak terparkir di ujung jalan. Sekali lagi, LUAR BIASA kerja Pemkot Surabaya. Terima kasih, sudah melayani masyarakat dengan baik dan responsif.

Di sisi lain, musibah, tetap saja ada hikmahnya. Dari sudut lain, saya juga melihat beberapa penjaja masker, sudah mulai berdagang. Saat ini, sehelai masker, sudah seharga Rp. 2 ribu, dan beberapa apotik tampak memampang antrian warga yang sedang ingin membeli masker. Di suatu ruas jalan, saya juga melihat seorang tukang parkir, juga mulai menjajakan masker sebagai barang dagangannya.

Nah…untuk masyarakat awam berikut dapat diunduh, sebuah informasi sederhana, untuk sigap dan siap dalam menghadapi dampak hujan abu. File ini (Panduan Hadapi Hujan Abu Vulkanik), saya dapat dari seorang senior yang tergabung dalam group sosial media, yang biasa menyebut diri mereka sbg “Geng Bolang”. Matur nuwun. Semoga bermanfaat.

Filed in Click and News |

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply