Andai, Menjadi Pelatih AC Milan

yuniawan on Dec 16th 2015

Menonton youtube beberapa pertandingan serie A Italia, edisi 1994-1997 ternyata membawa atmosfir tersendiri. Terlihat jelas, animo para tifosi yang mengingatkan gelora serupa saat mendukung Persebaya di era 1988-1998an.
 
AC Milan merupakan tim yang saya minati sepak terjangnya. AC Milan didirikan pada tanggal 6 Desember 1899 oleh ekspatriat Inggris, Alfred Edwards dan Herbert Kilpin, yang datang dari kota Nottingham, Inggris. Milanisti, begitu para pendukungnya dipanggil. Pada tahun 1908, Milan mengalami perpecahan yang disebabkan oleh perselisihan internal atas penandatanganan pemain asing, yang menyebabkan pembentukan tim lain yaitu: F.C. Internazionale Milano, yang kemudian biasa disebut sebagai Inter Milan. Kejadian itu, rupanya mirip dengan kondisi Persebaya, yang kemudian melahirkan Surabaya United. Bagi saya, Persebaya adalah Persebaya Surabaya, bukanlah Persebaya 1927 atau yang lain.

Baiklah, kembali ke AC Milan. Andai saja, saya menjadi pelatih AC Milan, dengan mengabaikan faktor usia dan era pemain, maka berikut adalah pemain yang akan saya rekrut. Sekedar omong kosong, asumsi ini juga mengesampingkan status yang bersangkutan sebagai pemain pinjaman atau pemain yang dikontrak secara resmi oleh AC Milan. Asumsi berikutnya, tentu pasokan uang mengucur tanpa batas, dan ada komitmen dari pemilik Club untuk mendukung rencana besar pelatih. Dengan asumsi tersebut, saya akan membangun tim kebanggaan Milanisti, berdasarkan sederet nama yang dalam praktiknya memang pernah mengenakan kostum merah hitam di lapangan bola.

Jika saja, saya diharuskan mengisi skuad dengan deretan nama 24 pemain, maka berikut nama pemain yang akan saya kumpulkan. Sebenarnya, saya sudah mengumpulkan sekitar 34 pemain. Namun, karena permintaan pihak manajemen, akhirnya saya terpaksa meminjamkan 10 pemain itu, untuk bermain ke dalam Klub binaan saya sendiri, Prahanesia, yang kini sedang berlaga di Top Eleven 2015. Ini terinspirasi dengan aksi para pemain dan alumnus MU, yang kini patungan untuk membeli Klub kecil di kasta rendah Liga Inggris.
Mereka yang akan saya ajak bermain di Prahanesia, antara lain:
  1. Zlatan Ibrahimovic
  2. Donadoni
  3. Leonardo
  4. Ibrahim Ba
  5. Christian Ziege
  6. Alessandro Costacurta
  7. Fillipo Inzaghi
  8. Ronaldo
  9. Dejan Savićević
  10. Kakha Kaladze
Sembari menunggu pergulatan di 24 nama di AC Milan, selama semusim mereka bisa bermain di Prahanesia. Ibrahimovic, terpaksa saya lepas, mengingat saya lebih menyukai gaya bermain Bagio yang cantik, Bierhoff sang raja sundulan, dan Crespo yang saya sukai karena memiliki tembakan yang menggelegar. Inzaghi, meski juga saya sukai, saya pandang ia memiliki gaya bermain yang hampir mirip dengan Van Basten, dan tentunya saya lebih memilih Van Basten dalam skuad. Selain itu, Inzaghi saya pandang lebih suka menunggu bola di area depan. Lalu untuk Ronaldo, meski ia hebat di masanya, namun saya agak alergi untuk memasukkan ke dalam skuad inti, meski juga tidak menampik kehebatannya. Mengapa? Karena menurut saya, ia lebih identik dengan Real Madrid dan Klub tetangga yang juga musuh bebuyutan Milanisti.
Sheva
Di lini tengah, saya terpaksa harus mengesampingkan Donadoni, Leonardo, Ibrahim Ba, dan Dejan Savićević, meski secara permainan saya menyukai gaya mereka. Namun karena harus memilih, maka saya sebagai pelatih terpaksa melakukannya. Saya enggan melepas Gattuso karena semangat tandingnya, dan juga ragu melepas Pirlo, karena sekarang pun terbukti, ia kian menjadi saat bermain untuk Juventus.
Di lini belakang, saya terpaksa melepas Christian Ziege, Alessandro Costacurta, dan Kakha Kaladze. Mengapa? Tentunya karena saya enggan melepas Serginho yang bisa multifungsi, dan juga masih berat hati kepada Baresi, Helveg, dan Ayala.
Weah
Nah, inilah skuad inti AC Milan sepanjang masa, yang berhak menjadi anak asuh saya sebagai pelatih. Di lini depan, saya memanggil:
  1. Andriy Mykolayovych Shevchenko
  2. George Tawlon Manneh Oppong Ousman Weah
  3. Marco van Basten
  4. Roberto Baggio
  5. Oliver Bierhoff
  6. Hernán Jorge Crespo
Saat berlaga, saya cenderung menggunakan tenaga Weah dan Shevchenko, sebagai pemain utama. Keduanya, bisa ditopang oleh penyerang bayangan jika, saya nanti menggunakan formula 3-2-2-1-2 atau 4-3-1-2. Kedua pola inilah, yang nanti akan saya gunakan untuk menghancurkan lawan-lawan Milan, khususnya si Inter.
Jika mengalami kebuntuan, saya akan menurunkan si raja udara Bierhoff yang pandai mengambil posisi. Sesekali, merujuk pada lawan yang akan dihadapi, saya akan menurunkan Van Basten, Baggio, atau Crespo sebagai Starting lineup, berpasangan dengan Weah. Weah adalah harga mati, dan saya sangat terkesan dengan aksi dribbling-nya. Ia sangat cocok jika berpasangan dengan Ronaldinho dan Ibrahim Ba, di lini tengah.
Striker terbaik berikutnya, adalah Shevchenko. Ia akan menjadi kesayangan saya sebagai pelatih, tentunya jika saya terus dipercaya sebagai pelatih Milan. Jika tidak, tentu ia akan saya boyong ke Prahanesia, yang bermarkas di Surabaya. Kecepatan, penempatan, tendangan milik Sheva, sungguh tiada duanya. Secara khusus, kecepatan Sheva sangat sempurna di mata saya.
Kemudian, di lini tengah, saya akan memanggil:
  1. Kaka
  2. Rivaldo
  3. Ruud Gullit
  4. Ronaldinho
  5. Zvonimir Boban
  6. Clarence Seedorf
  7. Gennaro Gattuso
  8. Andrea Pirlo
  9. Manuel Rui Costa
Jika bermain dalam formasi 3-2-2-1-2 saya akan cenderung memainkan Kaka-Ronaldinho, atau Boban-Rui Costa. Jika memainkan pola 4-3-1-2 maka saya akan memasang Kaka, Ronaldinho dan Seedorf. Sepertinya Rivaldo atau Gullit, akan saya dorong lebih ke depan, sehingga berposisi di atas pemain tengah, dan berada di bawah 2 striker. Gattuso atau Pirlo, akan cocok dipasang di sayap jika kita memainkan pola 4-3-1-2. Tentunya dengan Kaka atau Ronaldinho di tengah. Bagi saya, Kaka dan Ronaldinho adalah jaminan mutu bagi tim ini di lini tengah.
Kaka
Bagaimana dengan lini belakang? Saya akan memanggil Frank Rijkaard, Paulo Maldini, Franco Baresi, Thomas Helveg, Roberto Fabián Ayala, Serginho, dan Alessandro Nesta. Di lini belakang ini Rijkaard dan Maldini, adalah jaminan mutu yang harus saya jadikan pilihan utama. Jika sedang memainkan pola 3-2-2-1-2 maka saya cenderung mengangkat posisi Serginho sebagai gelandang bertahan. Sementara jika bermain 4-3-1-2 maka Serginho akan ada di belakang sayap. Pilihan terakhir dalam tim ini di lini belakang, khususnya jika ada pemain yang cidera atau tidak dalam kondisi bugar, adalah Baresi dan Helveg. Untuk tim inti, saya cenderung lebih mempercayakan kepada Nesta dan Ayala.
Maldini
Sementara di posisi palang pintu terakhir, maka saya mengacu pada nama Nelson Dida dan Christian Abbiati sebagai kiper. Untuk pemain utama, tentu saya akan percayakan kepada Dida. Namun, Abbiati tetap akan dipercaya untuk berdiri di atas mistar pada ajang persahabatan, atau Copa Italia. Sementara pada pertandingan liga, akan dilihat kondisi fisik keduanya selama musim kompetisi berjalan.
Nah, itu saya. Sekarang, bagaimana jika anda yang menjadi pelatih AC Milan? Ayo, susun tim impianmu, untuk kebanggan Milanisti :D

Filed in Interest |

One Response to “Andai, Menjadi Pelatih AC Milan”

  1. dekorrumahon 15 Mar 2017 at 5:41 am

    ac milan is always my fav team

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply