Chris John Pukul Amerika

yuniawan on Mar 2nd 2009

Chris John Pukul Amerika ? Wow…kerreeeen. Jika sebelumnya Obama dan Hillary Clinton berhasil memukul opini publik Indonesia, untuk kemudian berbalik menjadi memuja Amerika, maka kini Indonesia pun membalas.  Dialah Chris John, anak bangsa kelahiran Banjarnegara itu berhasil memukul robek wakil Amerika, Ricardo Juarez. Petinju yg mengibaratkan dirinya sbg Rocky itu, akhirnya harus gigit jari untuk sekedar menimang sabuk juara kelas bulu (57,1 kg) versi WBA. Akhirnya, Chris Jon pun berhasil membawa kembali sabuk itu ke tanah air.

Dalam pertarungan yg berlangsung di Toyota Center Houston, Texas, AS itu, Chris Jhon dinyatakan seri. Meski tetap mampu mempertahankan gelar, namun hal ini terasa kurang memuaskan. Menurut saya, hal ini terjadi hanya karena Chris Jhon bertarung di ring Amerika, sekaligus harus menghadapi petinju asal Amerika. Mengingat, dalam permainan tinju, jika lawan tidak terpukul KO atau dianggap TKO, maka penilaian dilakukan oleh juri yang tentunya bisa jadi berujung subjektif. Bahkan, bisa sangat-sangat subjektif.

Anehnya, ketiga juri pertandingan, semuanya berasal dari Amerika. Dan ketiganya, memberi nilai sama kepada dua petinju. Entah takut terjadi amuk massa, atau “hanya” karena merasa bangsa besar seperti Amerika itu tak pantas kalah dengan negara “remeh” seperti Indonesia, yang jelas Chris Jhon tetap tak bisa menang di sana. Meski mendominasi sejak menit awal pertandingan, Chris Jhon tetap dianggap tak laik untuk menang.

Atas hasil tersebut, banyak orang yg menganggap itu adalah sebuah dagelan yg cukup kontroversial. Oscar De La Hoya yg juga promotor pertandingan pun, ikut-ikutan kecewa. Chris Jhon sendiri, terus-terusan mengungkap kekecewaaannya kepada media Amerika.  “What I can say…?!” begitu gerutu petinju terbaik Indonesia itu.

Bahkan secara obyektif, salah seorang mantan petinju nasional mengungkap, bahwa sejatinya Chris Jhon unggul mutlak di 8 ronde.  Praktis, lawannya hanya mampu bersaing di 4 ronde tersisa. Bukan itu saja, Shingo Suzuki mantan manajer lawan Chris yg berasal dari Jepang, yakni Hiroyuki Enoki, sempat dengan jujur menilai Chris Jhon adalah petinju yg kuat, tahan pukul, jarang goyah, serta punya pukulan yg cepat dan keras. Lebih jauh, Juarez sendiri, terlanjur mengakui bahwa dlm pertandingan itu ia telah melakukan kesalahan, dan Chris Jhon dianggap telah bertarung dengan cerdik.

Padahal sebelumnya, Juarez mengaku telah siap 150 % untuk mencabut gelar Chris Jhon di Amerika. Mungkin 100 % persiapan yg dilakukan itu mencakup lobi-lobi kotor dengan para juri, sementara kesiapan fisik dan tekniknya hanya sampai 50 % saja. Jadi memang pas itung-itungan itu, dia siap 150 % He he he he

Seperti kita ketahui, Chris Jhon juara tinju kelas bulu dunia versi WBA itu, tercatat sudah sebelas kali mempertahankan sabuk juaranya, sejak tahun 2003. Petinju-petinju kuat dari Jepang, Venezuela, Amerika (Derrick Gainer), Australia, hingga Meksiko pun, pada akhirnya harus mengakui keunggulan Chris Jhon di atas ring.  Sementara Rocky Juarez sendiri, sudah empat kali bertarung memperebutkan gelar juara dunia. Namun, hasilnya dia selalu kalah angka. Tuh kan….?!

Lantas mengapa Chris Jhon dianggap tak pantas menang di Houston ? Tanya kenapa…?^$!%!$&%!_!!

* Dikumpulkan dari pelbagai sumber

Filed in Interest |

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply